Kapal tanker "armada bayangan" lainnya di lepas pantai Venezuela telah mengalihkan benderanya ke Rusia dalam upaya untuk menghindari intersepsi oleh Penjaga Pantai AS. Kapal tanker Hyperion, yang berada di bawah sanksi dari Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris, telah disebutkan sebagai Rusia. Hyperion digambarkan sebagai kapal tanker pertama yang diketahui beroperasi baik di Kutub Utara Rusia maupun di perairan lepas pantai Venezuela. Pada bulan Desember, kapal itu memuat muatan nafta (perantara penyulingan minyak bumi) di Murmansk dan mengirimkannya ke Venezuela. Manuver serupa dilakukan pada bulan Desember oleh awak kapal tanker Bella 1, yang berangkat dari Iran dan menuju ke Venezuela untuk memuat minyak mentah. Setelah pasukan AS berusaha menghentikan kapal di Laut Karibia, kru melukis tiga warna Rusia di lambung kapal dan memberi tahu Penjaga Pantai bahwa kapal itu berada di bawah kendali Rusia. Setelah ini, Rusia mengirim catatan resmi ke Amerika Serikat yang menuntut agar menghentikan pengejaran kapal tanker, yang kemudian menghilang ke Samudra Atlantik.